Kamis, 30 Desember 2010

Aku dan Gadis Itu (Bagian 1)

Sebuah percakapanku dengan ... diriku sendiri.

Ada seorang gadis di kaca itu. Dia menangis. Tapi dia tampak kuat.

"Hei kamu." sapanya.

"Apa? Siapa kamu?" tanyaku.

"Kamu bodoh."

"Ha? Oke. Aku tahu."

"Bodoh banget."

"Aku tahu! Jangan paksa aku marah! Kamu bahkan belum memberitahuku siapa dirimu."

"Kau akan tahu sendirinya. Sekarang jawab aku. Kamu nggak sadar apa, kamu habis ngapain?"

"Aku tahu ... bener bener tahu."

"Nggak! Kamu nggak tahu, dasar jahat!"

"AKU TAHU!"

Kaca itu pecah.

"AKU TAHU! Aku nggak seharusnya ngasih harapan kosong kayak gini. Aku tahu aku salah. AKU TAHU!"

"Lalu? Kamu mau apa? Heeeelloh! Kasihan ya kamu. Hidup ini nggak punya tombol restart."

"Mau apa kamu? Ini masalahku."

"Kamu itu aku. Aku ini kamu. Masalahmu masalahku."

"Diam kamu! Gausah bilang kalau kamu tahu semua masalahku!"

"Ini bukan aku atau kamu, ini tentang masalah itu! Mau sampai kapan kamu pura-pura? THAT WON'T WORK"

"Gausah ikut campur! Aku bisa atasi ini sendiri!"

"Sendiri?"

Gadis itu tertawa, masih dalam tangisannya.

"PATHETIC banget sih kamu jadi orang! Kamu bukan aku, kamu disana. Dalam kenyataan! Kamu nggak bisa terus-terusan pura-pura. Kenyataan bakalan marah sama kamu!"

Aku tersentak. Mencoba mencari kata untuk membalasnya.

"Tahu apa kamu tentang kenyataan? Ini duniaku. Kamu hanya seseorang dalam cermin. Hanya bayanganku. Kamu nggak pernah ngerasain apa yang terjadi padaku! Kamu nggak pernah ngerti susahnya hidup di Kenyataan!"

Air mataku mulai keluar, oh aku benci ini.

"Aku memang nggak pernah tahu rasanya jadi kamu. Aku memang nggak pernah ngerti sulitnya berhadapan dengan Kenyataan. Tapi toloh mengertilah? Tak mengertikah kamu, kenapa aku menangis?"

Aku menggelengkan kepala, ia meneruskan.

"Aku ini dirimu yang asli. Tiap kamu tersenyum aku yang merasakan pahitnya. Aku yang menangis! Karena apa? Senyumanmu itu palsu. Selalu ada sisi lain dari senyuman itu. Dan aku! Harus aku yang kena! Aku benci harus menangis."

Aku terdiam, benar benar tak bisa berkata apa-apa kali ini.

"Kamu juga harus tahu. Tiap kamu menangis aku puas. Bukan aku yang harus menangis. Aku puas karena kamu yang menangis. Aku puas karena kamu, walaupun hanya sejenak, bisa berhenti berpura-pura. Bisa jadi dirimu sesungguhnya. Aku tersenyum untuk tangisan itu."

Ia diam, lalu tersenyum seketika, melihat tetesan air mata yang kini mungkin sudah membuat wajahku jelek.

"Aku sungguh ... tidak tahu." kataku.

"Sekarang kamu tahu kan? Ayo kita hadapi ini bersama. Ini bukan masalahmu atau masalahku. Ini masalah kita. Kamu dan dirimu dalam Ketidak-nyataan ini."

Ak tersenyum. Ia tidak menangis. Tuhan, senyum ini asli. Aku kembali menangis dalam senyumku.

"Apa masalahmu?"

"Aku mengecewakan seseorang."

"Hahahahaha."

Ia tertawa, sedikit membuatku jengkel kali ini.

"Jangan tertawa. Apa aku harus menangis karena tawamu itu?"

"Buat apa! Haha, oke akan kuhentikan tawaku ini. Kamu tahu kenapa aku tertawa?"

"Nggak."

Aku merasa jadi orang paling bodoh, menghadapi gadis itu dan selalu menjawab tidak untuk tiap pertanyaannya.

"Aku tertawa untuk kebingunganmu. Aku, seperti yang kau lihat, senang sekali melihatmu bingung."

"Sialan. Apa maksudmu?"

Aku merengut.

"Karena saat kamu bingung itu lah, sebenarnya aku sudah memiliki pilihan. Dan saat kamu memilih sesuatu yang sama dengan yang kupilih, tawa ini selalu datang. Tawa puas."

"Aku benar-benar tak mengerti maksudmu. Ah sudahlah! Kamu mau membantuku? Kumohon."

"Aku tahu, aku tahu. Kamu ingin aku memberitahumu tentang pilihanku kan?"

"Ya, walau sesungguhnya aku masih nggak percaya kamu."

"Ha? Kamu nggak percaya aku? Aku ini dirimu sendiri. Bagaimana kamu bisa percaya orang lain kalau kamu bahkan nggak percaya sama dirimu sendiri?"

Gadis itu tertawa.

"Semakin lama kamu membuatku merasa semakin bodoh."

"Karena kamu memang bodoh."

"Berarti kamu juga."

"Aku nggak perlu jadi nggak bodoh di balik cermin ini, hahahaha. Tapi kamu? Kamu berhadapan dengan kenyataan dan tetap bodoh? Kamu merugi."

"Aku nggak tahu jalan pikiranmu. Sudah hentikan percakapan konyol ini. Cepatlah beritahu aku. Apa yang harus kulakukan!"

Gadis itu diam, kemudian menunjukkan beberapa cuplikan.

"Dari mana kau dapatkan itu?" tanyaku.

"Ini ingatanmu." jawabnya santai, jari telunjuknya menunjuk ke arah salah satu cuplikan, seakan berkata padaku, lihatlah.

Aku melihat cuplikan itu. Itu adalah saat-saat aku dekat dengan seseorang, yang sama sekali nggak kusangka kehadirannya di hidupku. Orang yang sekarang sedang kukecewakan. Miris melihatnya. Sungguh.

"Betapa mudahnya kau biarkan orang ini masuk dalam hidupmu. Kamu lemah." katanya.

"Mereka bilang aku harus move on. Apa salahnya kubiarkan dia masuk?"

"Kamu belum siap. Itu masalahnya.Kamu terus-terusan memaksakan dirimu. Harus melupakan mantanmu. Kamu kira itu gampang?"

"Nggak. Sama sekali nggak."

"Itu kamu tahu. Kenapa kamu maksa?"

"Aku nggak mau dibilang lemah sama mantanku itu. Aku kuat. Aku bisa."

"Kamu masih terlalu pagi untuk menyalakan lilin yang baru. Lilin kemarin malam saja masih kau simpan, bagaimana bisa digantikan?"

"Aku nggak paham sama sekali dengan perumpaanmu itu."

"Kalau masih ada rasa untuk seseorang di hatimu, seberapa keras kamu mencoba. Kamu nggak akan bisa. Kamu bodoh sih. Masa kamu sendiri nggak tahu, kalau lilin dalam hatimu itu nyalanya masih terang sekali!"

Aku terdiam. Gadis ini benar. Lilin itu masih menyala. Aku belum menemukan jalan untuk mematikannya. Bahkan, aku belum mau.

"Kau benar. Tapi kebenaran ini terlalu terlambat untuk dikatakan sekarang."

"Ingat, tak ada yang terlambat selama kamu masih bisa memulainya. Sekarang akuilah pada orang itu. Kamu nggak bisa maksain perasaanmu itu. Nggak perlu ada dua lilin."

"Tapi, aku pasti dianggap sangat kejam jika jujur padanya. Bukan hanya dia yang menganggapku begitu. Pasti semua orang!"

"Kamu takut dianggap begitu? DASAR LEMAH. Apa arti anggapan orang? Anggapan orang bisa bantu kamu sekarang? NGGAK.

Aku terdiam lagi, semakin merasa bodoh. Gadis ini lagi-lagi ternyata benar. Aku lemah.

"Aku ini cerminan dirimu, tapi disini, aku kuat. Semakin kamu berpura-pura semakin lemah kamu dan semakin kuat aku. Tapi untuk apa aku kuat? Tak ada yang harus kuhadapi. Sedangkan kamu? Banyak yang harus kamu hadapi. Mengertilah, ini semua untuk kamu dan cuma kamu. Sekarang jujurlah."

"Baiklah, capek harus berdebat denganmu. Aku mengerti."

Aku tersenyum, sedikit tertawa. Gadis itu tersenyum. Lalu hilang perlahan. Kaca remuk itu hanya menampilkan bayanganku. Bayangan biasaku. Bayanganku yang tadinya terlihat lemah sekali. Bayanganku yang membuka mulutnya dan berkata,

"Aku akan jujur. Aku nggak takut sama Kenyataan. Aku nggak takut anggapan orang. Hey diriku yang di dalam sana. Kalau kau datang lagi, aku akan buktikan padamu, aku nggak bodoh, aku nggak lemah. Tunggu itu."

Aku tersenyum lagi. Janji itu terlanjur kukatakan. Satu-satunya hal yang harus kulakukan, hanya jujur. Pada diriku sendiri dan pada orang itu. Maaf. Karena kepura-puraan yang kututupi selama ini. Maaf. Karena ketakutanku pada Kenyataan.

to be continued ...

Jumat, 24 Desember 2010

Lagu Penyemangat untuk Kalian :)

Together, together, together everyone
Together, together, come on lets have some fun
Together, were there for each other every time
Together together come on lets do this right

Here and now its time for celebration
I finally figured it out
That all our dreams have no limitations
That's what its all about

Everyone is special in their own way
We make each other strong
Were not the same
Were different in a good way
Together's where we belong

We're all here
and speaking out with one voice
we're going to rock the house
the party's on now everybody make some noise
come on scream and shout

We've arrived becuase we stuck together
Champions one and all

We're all in this together
Once we know
That we are
We're all stars
And we see that
We're all in this together
And it shows
When we stand
Hand in hand
Make our dreams come true

We're all in this together
When we reach
We can fly
Know inside
We can make it
We're all in this together
Once we see
Theres a chance
That we have
And we take it

ACOUSTIC BISAAA ! :D

#4 read this ☺

Kamis, 23 Desember 2010

Bffute!


Helloh :)

Beberapa hari lagi menjelang dua puluh enam desember, untuk saat ini, angka dua puluh enam itu angka keberuntungan. Angka menyenangkan. Dan di 26 kali ini, adalah setengah tahunnya kami bersahabat, aku dan mengong. Hahaha, indah (ngook)

*Siapa mengong? orang yang manggil aku bulan (lihat post sebelumnya).*

Ya, kami memutuskan bersahabat entah sejak kapan dan karena apa. Sedikit tidak jelas, tapi tak apalah. Daripada galau-galau kalau nantinya menjadi "lebih", mending sahabatan aja, ya nggak?

Dengan berjanji tak akan ada sesuatu "lebih", persahabatan ini dimulai, deal!

"... mendengar cerita sehari-hari,
yang wajar tapi tetap mengasyikkan ..."

26th June till end / bffute

best friend forever until the end (HAHAHA)

- RT -

#bulanlangit #oonmengong #ngakaknggulingngguling

Rabu, 22 Desember 2010

#3 read this ☺



Senin, 20 Desember 2010

#2 read this ☺

The Hardest Part of Living

Read this patiently ...

Allison Moorer

Children say that words will never harm you
Only sticks and stones will make you cry
But they'll grow up one day and
learn the real truth
When
the one they love says goodbye
I don't trust old sayings any longer
Most are
only decorated lies
Absence doesn't make the heart grow fonder
And
out of sight don't mean out of mind
The hardest part of living is loving
'Cause
loving turns to leaving every time
And the hardest part of leaving is living

Life is hard when love is so unkind
...

Yes, KIDS don't know how it feels when some words broke someone heart deeply. KIDS don't understand when someone they love said that unanswerable word, Goodbye. I've ever being kids and hatefully i love it. I love being innocent. But now *sigh* i'm growing older. I miss the time when i'm a KID.

Minggu, 19 Desember 2010

#1 read this ☺



Sabtu, 18 Desember 2010

Bukan Gombalan, kan?

Hahahahahaha

Malam minggu kelam, pertengkaran pertama terjadi. Aku disini, sumpek. Dia disana, nyumpeki (maaf).

Entah malam itu seperti dipojokkan. Entah malam itu seperti aku serba salah. Apapun yang kulakukan hanya akan memperparah keadaan. Dengan alasan konyol, masalah dimulai. Padahal aku hanya ingin membuatnya nyaman dan merasa senang disana, tanpa harus terbebani pikiran tentangku. Tanpa harus memikirkanku. Dan jujur, malam itu, aku juga tak ingin memikirkan apapun, termasuk kamu. Itu waktu untuk "bebas"!

Laki-laki, makhluk aneh menyebalkan. Kadang marah, 'kurang' diperhatikan. Kadang bosan 'terlalu' diperhatikan. Membingungkan. Benarkan?

Pertengkaran nggak penting malam itu berujung pada ... Sajak ini. Mungkin asli buatanya. Hahaaa.

Matahari, tahukah kau?
Ia punya senyum sehangat senyumanmu
Embun, sadarkah kau?
Ia punya mata sejernih matamu
Melati tahukah kau?
Ia punya hati seputih hatimu
Sinar wajahnya menyadarkanku,
betapa aku benar tak ingin melupakannya
Bahkan jika ku telah tiada di hatinya.
-wisun-

Aku hanya bisa tertawa.
...

Dad's Camera

... 18 Desember 2010 ...

Tebak apa? UTS aksel sudah selesai :D

Aku pulang dan menghabiskan hari di kamarku, ya ... laptop-ing tanpa tujuan pasti. Merasa bosan dan terganggu dengan suara tukang bangunan yang lagi ngebongkar bak mandiku, aku keluar. Mencari-cari sesuatu yang bisa kukerjakan. Ehem ... tanpa tujuan jelas aku turun ke lantai bawah, lewat depan kamar bapak dan tiiing! Aku dapat ide bagus :D

Aku masuk, kulihat lemari terbuka. Berusaha mencari sesuatu (bukan uang). Dan akhirnya mendapatkannya. Satu set kamera tua milik bapak :D

Aku kembali ke kamarku, kubuka tas kamera dan kukeluarkan isinya. Waahaaaa! :D slr yang lumayan bagus ! Seperti biasa, aku langsung mencobanya, asik yaaa! :D

this is it ... my dad's camera ...



fuuuuun ! :D

...tys...

Jumat, 17 Desember 2010

some inspirational quotes ! :))






thanks to Leilockheart :))

Kamis, 16 Desember 2010

Si Gendut

Ini khais, keponakanku. Lucu kan. Gendut ya. Pengen deh (?)


hihi, udah jadi tante :D

Aku Suka Ketidak-biasaan

Hari ini flat.

Hari ini nggak istimewa.

Hari ini biasa.

Tiga kalimat itu selalu terdengar menyebalkan, bahkan dibandingkan dengan "hari ini menyebalkan", apalagi dibandingkan dengan "hari ini menyenangkan". Kata-kata "biasa" justru malah bermakna tak biasa. "Biasa" menunjukkan tak ada yang istimewa. Dan bagiku tak istimewa itu salah. Mestinya hariku istimewa!

Tapi, apapun yang terjadi selalu membuat hariku "biasa". Hari ini pun sepertinya sama saja. Semua biasa. Dan timbul lah niat itu. Niat mengulang masa lalu alias niat bernostalgia. Selalu datang saat aku berpikir "yaaaah hidupku membosankan".

Kalian tahu? Kadang atau bahkan seringkali masa lalu menjadi waktu paling menyenangkan. Mungkin karena hanya hal indah saja yang terpikirkan. Tapi tidak untukku. Aku selalu menghabiskan waktu untuk mengulang hal yang sama sekali tidak menyenangkan. Karena dengan mengulang hal hal itu, aku sedikit lega. Karena aku bisa meyakinkan hatiku: Dulu ... hariku pernah nggak biasa. Aku tersenyum.

Dan kalian tahu? Senyum yang ada di wajahku saat kata-kata itu keluar, adalah senyum asli tanpa paksaan. Senyum yang biasanya kucari-cari karena entah belakangan ini ia bersembunyi. Senyum yang takut keluar. Senyum yang kurasakan ketidak-adaanya beberapa waktu belakangan ini. Senyum yang selama ini telah digantikan oleh fake smile manisku ini.

Mungkin kali ini, aku hanya ingin bercerita tentang betapa berharga masa laluku. Kebanyakan orang bilang, "masa lalu bukan untuk dikenang". Kata-kata itu tidak berlaku bagiku. Karena kuyakin, Masa lalu itu ada untuk dikenang, tetapi dalam batas kewajaran. Tapi aku (selama ini) selalu menyalah artikan "kewajaran itu". Sampai mana batas kewajaran itu? Can you tell me, puhlease?

Bicara tentang kenangan, terlalu banyak yang ingin kuceritakan tentangnya. Terlalu rumit, sampai takbisa dibedakan mana awal dan akhirnya. Terlalu menyerupai labirin. Tapi perlu kalian tahu, aku suka berada dalam labirin ini. Suka berada dalam kerumitan tiada ujung ini. Suka berada dalam sekelibatan masalah. Suka berada dalam kenangan saat hariku ... nggak biasa.

Aku suka mengingat. Bukan ingatan jangka pendek tentunya. Karena ingatan jangka panjangku lebih menyenangkan. Lebih banyak senyuman. Mengingatnya menjadikanku lebih senang lagi karena sekali lagi, kata kata itu keluar. HORE!

Hore aku pernah punya masalah!
Hore aku pernah menjadi nggak biasa!

Bodoh memang, menghiasi hari hari ke depan dengan ingatan masa lalu, tapi aku bersyukur punya itu. Ingatan itu memperingatkanku dalam melakukan sesuatu. Ketidak-biasaan yang kadang kala menjadi dejavu itu, mengikutiku. Menyenangkan :D

Sungguh, aku suka ketidak-biasaan itu. Aku suka keistimewaan masa laluku. Aku suka menjadi berarti. Aku suka dililit masalah. Aku suka berada dalam labirin masa laluku. :D

Jadi kini, tiap aku bangun dan membuka mata aku berharap, senyum... ingatan... hari istimewa... datanglah, hiasi hariku lagi...

a k u m a u h a r i k u n g g a k b i a s a y a t u h a n . . . !

...tys...

Jumat, 03 Desember 2010

hunting baju FTMS

FTMS tahun lalu, ternyata, bukan FTMS terakhir untuk kelasku, akselerasi stetsa angkatan satu. Kami mendapatkan kesempatan untuk mengikuti FTMS tahun ajaran ini yang ternyata dimajukan pada bulan Januari. Karena dimajukan itu lah, siswa kelas dua belas jadi diperbolehkan ikut. Tapi tema FTMS kali ini menggemparkan seisi sekolah! (lebay) Tema yang diangkat osis kali ini adalah 70's style alias mode tahun 70-an. Bisa kau bayangkan? o.O"

Kami kelabakan mencari ide bagaimana harus berkostum dan beraksesoris. Tahu sendiri kan mode tahun itu bagaimana? Memang sih kalau jaman dulu orang pede abis memakainya. Kalau sekarang? Jawab sendiri deh.

Akhirnya, setelah berulang kali mengambil jam pelajaran bahasa Indonesia, yang notabene selalu nganggur nggak penting, kita memutuskan bagaimana dan apa yang akan kita pakai di acara FTMS nanti. Dress tahun 70an yang super jadul, pleas banyak renda dimana-mana, motif kembang-kembang yang yaiks -_____-

Dan hari ini, saatnya hunting kostum! :D

Pertamanya kita coba ke segala tempat, dan masih nggak ada yang cocok. Wah menyebalkan. Sekarang dimana kita harus membeli pakaian seperti itu? -_____-

Beberapa toko terlewat, hanya masuk dan keluar. Tak ada yang pas. Yang kebesaran lah, yang kekecilan. Yang telalu pendek, bisa bisa dibunuh bu lilik. Ada juga yang terlalu panjang, bikin risih kalau jalan. hellyah kapan ketemunya?

ini contoh dress kependekan dan ... bukan style 70an -___-"

at dress room.jpg

so short.jpg




Akhirnya kita beranjak ke Variety, Malang Plaza. Banyak sekali baju jadul disana. Bagus? Iya. Mahal? Banget. Maklum, lagi pada nggak punya uang banyak. Haha. Akhirnya kami mencoba beberapa baju, yaaah lumayan memalukan karena hanya ambil-coba-kembalikan. Haha.

Setelah agak lama mencari tanpa hasil akhirnya aku putuska untuk kembali. Dan ternyata semua anak sudah berkumpul di rumah Wenis. Akhirnya langsung saja, aku dan Afifah pergi menyusul yang lain.

Di rumah Wenis, ada obral baju! Banyak sekali baju jadul milik tantenya yang dikeluarkan. Masih bagus walau tampak usang. Kami bergantian mencobanya. Haha. Seperti pesta ganti baju! :D

Anak laki-laki pun daang dan ikut nimbrung, mereka juga ganti baju. Tentunya terpisah dari tempat anak perempuan ganti. Setelah itu, masing-masing dari kita sudah mendapatkan baju yang pas. Walaupun pilihanku agak ... kebesaran. Nasib orang kurus yah -__-

Setelah itu kita berfoto-foto dengan masing-masing kostum, yahahhaha lucu, unik, asik :D

Ini beberapa contoh kostum kami :
shand.jpg

ipeh.jpg

aku .jpg


Nah ! JADI NGGAK SABAR NUNGGU FTMS :D

...tys...

Selasa, 30 November 2010

dari tiga puluh ke tiga puluh



hell-oh 30th November :D

we meet again ! super big horraaay !

well, Goodbye 30th November !

Seeya next year with different story line :D

hate this
|
|
V


cause

"You'll never remember all the things that i'll never forget"


...tys...

Senin, 29 November 2010

pupuk kompos, strawberry delight dan kamu :D


... 28 November 2010 ...

Minggu terakhir di bulan kesebelas ini terasa cukup menyenangkan tapi juga melelahkan. Pagi-pagi buta harus bangun dan bergegas ke rumah Sandika, di Sawojajar. Wah jauh. Tapi nggak ada kata males!

Hari itu kami berlima, aku, Afifah, Dewi, Gojal dan Sandika, merencanakan akan mengerjakan tugas kimul, yaitu membuat pupuk kompos. Betapa menyebalkannya karena kami kebagian tugas yang paling ribet dan paling makan waktu, kompos!

Jam setengah sepuluh aku berangkat dari rumah menuju ke sawojajar dengan muka dan pikiran yang belum stem, acak-acakan. Sampai-sampai lupa dimana sawojajar, karena kemarin saya malah menuju arah ciliwung -___- Sampai di rumah Shand, dan menunggu Afifah dan Gojal yang belum datang.

Setelah mereka datang, aku dengan beat merahku, Gojal dengan revo merahnya, dan Shand dengan mionya, melesat ke rumah Dewi yang jauh disana (alah lebay). Rasanya nggak nyampe nyampe, jauh amat -__-

Setelah sampai kami disambut anak ethes (baca: Dewi) yang lagi buat degan. Langsung saja kami membuat kompos. Pertamanya kami kumpulkan daun-daunan, lalu memasukkannya ke dalam bak plastik. Setelah itu dicampur dengan kotoran hewan (yaaaiiksss!) dan tanah. Sungguh melelahkan! x|



Setelah selesai membuat kompos, kami makan dan nonton tv, sedikit bersantai :D

Tapi lama-lama kami bosan juga, jadi akhirnya kami memutuskan untuk pergi mbolang ke MOG! What a day! Tapi disayangkan karena di perjalanan Gojal terpaksa tidak ikut, karena yaaah panggilan cintanya hahaaa :D

Kami akhirnya ke MOG, dan untungnya hujan datang saat kami sudah disana. Kami pun berkeliling dan melihat-lihat (maklum, cuman lihat). Karena sudah lama ngidam yogenfruz akhirnya saya ke stand yogenfruz di lantai satu :D

Saya dan Shand pesan strawberry delight dan Banana Split, wah sayang Dewi dan Afifah nggak beli, ini enak banget sumpah heeehe this is it ...


Selanjutnya kami terus berjalan-jalan sampai ke lantai 3, food court. Kami duduk berempat. Aku ngelihat hape yang geter geter. Ada sms dari nunu :)) Ternyata dia ke MOG juga, yeeee seneng :D !

Kami akhirnya berlima, ketambahan mas Wisun asik asik! Kami pun terus berjalan. Hasrat ingin mampir ke center point, akhirnya kami kesana. Hahaa, kayak punya duit aja!

Kita akhirnya mencar, dan mas Wisun hilang -___-

Dewi memberiku saran untuk mencarinya via "halo-halo" disana. Tapi hampir sampai ke tempat halo-halo, eh masnya sudah muncul :D

Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Tapi sebelum pulang ada hasrat pengen lihat lihat baju-baju anak kecil yang lucu. Sialnya, aku lupa aku jalan sama siapa. ya, Mas Wisun. Jadi ceritanya ada ibu-ibu melototin sambil bisik-bisik ke temennya, uggggh! dikira MBA >:(

Whatever! Aku langsung keluar. Untung hujan udah reda. Yak! Waktunya pulang. Tapi kami nggak langsung pulang, kami mampir ke perumahan istana dieng. Memutarinya, tanpa tujuan, sampai diusir satpam xD

ahahahahahaa

What a freaking Sunday ! :D

and that's how i end that day, owkay hari ini penuh kompos, strawberry delight dan kamu! :D

...tys...

Sabtu, 27 November 2010

OR ceria !

26 November 2010

Hari itu hari yang biasa. Jumat yang datar seperti jumat jumat yang lainnya.
Setelah otak kami diisi rumus rumus fisika, kami punya jam olah raga. Seperti biasa, pak gik a.k.a mbah kakung (hahaa), terlambat. Menyebabkan kami yang malas olah raga karena sumpeknya pikiran, semakin malas saja. Tapi akhirnya beliau datang dan tebak apa? Membawa kebahagiaan :D

Hari itu tak lagi flat. Hari itu tak lagi jadi hari jumat biasa. Beliau mengijinkan kami untuk bebas dan kami, seperti biasa, memanfaatkan kebebasan untuk hal yang "beda". Kami memutuskan untuk jalan-jalan ke alun-alun kota. Tempat kenangan masa kecil diukir. Tempat yang tak pernah kami kunjungi bersama. What a FREEday!

Sepanjang jalan menuju alun-alun kami, seperti biasanya, berfoto ria! :D Entah virus atau mungkin setan apa yang merasuki kami. Freak di jalan raya, ditertawakan orang yang lewat, benar benar memalukan! Tapi apa? Sungguh menyenangkan :))

Sesampainya disana, kami disambut pedagang yang menjual gelembung sabun. Beberapa diantara kami membelinya. Kami pun bergantian meniupnya. Sungguh kekanakan, tapi this is fucking exciting yeaaah! :D

Meniup gelembung, jalan-jalan, memberi makan dara :D

Setelah itu pun kami langsung beranjak ke KFC COFFEE dan McDonal's Sarinah. Ice cream timeeeee :D

Terimakasih banyak kami dedikasikan untuk Pak Giyanto, guru OR kami, sering sering aja pak kayak gini !

I bet this time'll never come again ! What a precious FRIDAY !

this is it ! our pictures as usual ...








masih banyak lagi :D

THANKS GOD

You colored my day with

...acoustic...

Kamis, 25 November 2010

my tumblr ...

I'm moving to tumblr ! :d
Follow me !

http://chachichuchecho.tumblr.com

Thankiess :))

Selasa, 16 November 2010

14:15 16th November 2010 till end

2010, 16th November

Stetsa's Yard.

6th Person

Thanks.

I'll start trying to love you whatever you are.

Swear, I'll try.

If it never happen

I do really sorry.

Thanks for didn't promise me a thing.

I hate promises.

Big Smile for you.

:)

Rabu, 10 November 2010

Bantur! I'm in Love :)

BANTUUUR ! :D

Ini kisah lama. Ini kisah kami, bersembilan belas. Tujuh belas ACOUSTIC, dua puluh dua AXCELLENT. owkay! let's begin :D

Sebenarnya ada sedikit ketidak-puasan dari kami. Karena biasanya acara refreshing kelas akselerasi dipakai untuk berwisata, outbond, bukannya pelatihan karakter di desa terpencil. Kami membayangkan betapa bosannya disana nanti. Sampai sampai kami diprotes osis, tapi kami ganti protes balik dong. Siapa juga yang mau diatur. Ini acara kami, kami rajanya. Tapi gagasan disana membosankan itu salah, amat salah ...

Sabtu, 7 November 2010. Kami berkumpul di ruang Ekonomi. Membungkus macam-macam sembako untuk diberikan pada inang alias pemilik rumah di desa yang akan kami tinggali untuk dua hari ke depan. Sayang ya, cuman dua hari.

Setelah selesai membungkus, kami semua nganggur. Pelajaran Bahasa Indonesia terlewat begitu saja. Biasa, gurunya kan nggak pernah niat ngajar kalau hari sabtu gini. Akhirnya kami hanya berkaraoke ria. Nggak mau kalah dengan kelas sebelah, dua belas sos dua, yang juga sedang karaokean. Haha! Seperti biasa, ujng-ujungnya dangdut! :D

Bel pulang berbunyi, saatnya try out. Kami bergegas keluar kelas. Niatnya langsung ke gazeebo, bolos try out. Tapi kami urungkan. Akhirnya kami menuju kelas try out. Salah satu pengurus osis datang dan memberitahukan kalau kelas aksel hari itu tidak perlu mengikuti try out. Wah senang sekali! :D

Capcus ke gazeebo, bersenda gurai disana sampai truk pengangkut kami datang. Ya, kami kesana naik truk. Bukan masalah. Tapi bagi beberapa dari kami, tetap masalah. Biasanya naik apv sih. Sekali-kali deh ya.

Setelah tengah hari, truk datang. Kami mengangkut barang-barang kami. Kalau tidak salah, hari itu adalah hari penerimaan rapor. Kami kebanyakan tidak menghiraukan isi rapor itu. Sekarang saatnya bersenang-senaaang! Kami pun melanjutkan pengangkutan barang :D

Beberapa saat akhirnya adek kelas sepuluh aksel datang. Betapa menyebalkannya, mereka datang dengan baju bagus, tampang bersih, nggak kayak kakak kelasnya yang udah 'kulu-kulu' belum mandi. yah, tak apalah. Mereka bisa jadi pengharum di truk nanti. Tapi tak tahu lagi, kalau kala bau kita lebih mendominasi hayaaahahha :D

Kami berangkat! Truk berpenumpang sekitar empat puluh orang itu digoyang musik dangdut yang kami nyanyikan bersama. Yak! Kebiasaan sih, awalnya pop-pop mellow, ujungnya dangdut! Dangdut memang nggak pernah mati di ACOUSTIC! :D

Setelah suara kami menjadi serak nggak karuan, kami berhenti. Tetap menikmati perjalanan, walau dengan volume yang terlalu dikecilkan. Akhirnya, kami sampai. Bantur, di mata kami nggak sejelek yang kami bayangkan. Ternyata desa di Bantur ini nggak terlalu primitif kok, alias sudah modern. Terbukti adanya listrik sampai sinyal 3 yang nggak kedip-kedip. *halah

Pertama-tama kami dikumpulkan di taman baca rakyat desa itu. Kak Acun, entah pembina atau apalah, memberitahu kami seputar desa itu. Dengan raut kurang menyenangkan, ceritanya berubah horror. Tapi aku cukup terhibur, ada segelintir anak kecil lucu disana :D

"Desa ini dulunya tentram, jangan buat kedatangan kalian kemari jadi merubahnya"

Lumayan mengancam, apa maksudnya? Haha, hanya tawa ala orang kebingungan yang mengisi pikiranku.

Selanjutnya kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok tidur dan ada kelompok kerja. Kelompok tidurku yaitu: Aku, Rizka dan Lucia, dari kelas sebelas aksel dan Chuppa dan Irsya dari kelas sepuluh aksel. Lalu kelompok kerjaku yaitu: Aku, Afifah dan Selvina dari kelas sebelas aksel dan Rio dan Faiz dari kelas sepuluh aksel. Cukup menyenangkan.

Kami diarahkan ke rumah inang kami masing-masing. Rumah yang kelompok tidurku tempati adalah rumah Mak Lik. Begitu beliau minta dipanggil. Mak Lik tinggal bersama suaminya dan seorang putranya. Sudah besar dan putus sekolah. Mak Lik bercerita sedikit pada kami. Kami merasa lumayan dekat dengannya. Tapi satu hal yang kutahu tentang beliau, beliau sangat sederhana.

Lalu kami mandi bergantian. Saya, Rizka dan Lucia mandi bersama dengan binalnya, haha momen yang tak terlupakan. Hal pertama yang menyebalkan adalah, ada bekecot disana, grrrr serasa ingin teriak saat melihatnya. I'm snails hater! X(

Setelah itu kami kembali dikumpulkan di taman baca rakyat. Kami diberitahu apa saja yang akan kami lakukan. Penjelajahan malam, memasak untuk jualan, berjualan di pasar Bantur dan membantu warga. Sebanyak banyaknya kami harus melakukan kebaikan. Ehem, cukup berat. Pikiranku langsung menjurus ke Penjelajahan Malam. Aku merinding.

Kegiatan utama malam itu adalah games, menerjemahkan sesuatu. Afifah, mewakili kelompok kerjaku, memberikan isyarat dan kami bisa menebak. Yah, kami cukup kompak kurasa. Selanjutnya kami mencari kerikil untuk membentuk kata-kata penyemangat. Kami juga disuruh mencari orang yang bersembunyi, untuk mendapatkan tempat memasak di dapur istimewa. wah! Sayang kelompokku tak menemukan orang itu.

Kegiatan berlanjut pada penjelajahan malam. Pukul sembilan sudah. Suasana berubah entah kenapa. Inilah yang tak kusukai dari desa, mengerikan di malam hari. Akhirnya kami dilarang membawa apa-apa keculai plastik kecil yang diisi air lalu digantungkan ke leher kami, berfungsi sebagai nyawa kami, yang jika jatuh atau bocor, kelompok kerja terpaksa diberikan hukuman. Kami juga disuruh untuk menutup mata kami. Semakin mengerikan.

Kami berbaris, per kelompok kerja. Kami diminta mengikuti suara Kak Acun sampai ketemu. Setelah beberapa lama, setelah kami melewati banyak benda, entah apa, kami sampai. Alhamdulillah, kelompok kerjaku menjadi kelompok pertama yang meraih suara Kak Acun itu. Kami hanya tinggal menunggu kelompok lainnya datang.

Setelah semua datang, penutup mata kami dilepas. Kak Acun bercerita kalau adi kami melewati banyak tempat mistis, seperti halnya keranda dan tempat pemandian mayat. Kami merinding. Benarkah kami melewati itu semua? WAH! Kami takut sekarang.

Ketakutan kami bertambah setelah Kak Acun menyuruh kami mencari orang dengan pakaian hitam yang bersembunyi di sekitar tempat yang kami lewati tadi. Tanpa senter. Tanpa petunjuk apa pun. Benar benar pencarian buta. Terlebih lagi, kami harus melewati tempat mistis itu lagi, dan kali ini, dengan mata terbuka.

Benar-benar tantangan, tapi kami berangkat mencari! Melewati macam-macam, menghilangkan pikiran aneh dan terus mencari. Banyak kejadian menggelikan dan menyebalkan, misalnya : Kami berbicara pada daun yang kami kira orang, haha pantas saja tak ada sautan. Beberapa kelompok telah menemukan orang berbaju hitam, dan masing-masing dari mereka membawa bahan makanan yang harus dimasak esok harinya.

Pertengkaran dalam kelompokku dimulai. Berawal dari tinggal dua kelompok yang belum mendapatkan bahan. Lalu salah satu dari kami terluka. Kami pun uring-uringan sangking frustasinya. Frustasi karena tidak semua dari kami berlima mampu melanjutkan pencarian, karena waktu yang tinggal beberapa menit, karena kami gagal mendapatkan bahan makanan, dan yang terakhir karena kami saling menyalahkan satu sama lain, benar benar frustasi.

Akhirnya semua kelompok mendapatkan bahan, ya, kecuali kami. Kami pun dapat hukuman, harus melakukan satu kebaikan. Bahan makanan kami ternyata hanya dua bungkus mutiara dan sebungkus santan. MENYEBALKAN, kami harus mencari dan bertengkar hanya karena barang ini? Ehem, tapi kami sadar, ada sesuatu maksud dibalik pencarian ini. Pertengkaran dalam kelompok, sekecil apa pun akan membuat kalian semakin tercerai berai, dan jika kalian telah tercerai, tujuan kalian akan terasa semakin jauh. Sekian.

Kami pun akhirnya diperbolehkan kembali ke rumah inang dan tidur. Akibat lelah, malam itu terasa cepat berlalu.

Esok harinya, kelompok kerjaku meminjam dapur Mak Lik untuk membuat masakan, bubur mutiara. Bangun jam tiga pagi demi bubur mutiara ini. Kami yang perempuan memasak dan yang laki-laki entah dimana. Amarah timbul lagi, tapi aku menyerah. Daripada marah yang tak berarti, kami meneruskan bekerja tanpa mereka. Akhirnya Bubur Mutiara kami jadi. Tiga belas bungkus. Dibungkus dengan pita unik yang membuatnya cantik.

Menjelang matahari menampakkan diri, dua orang anggota laki-laki kelompokku datang. Mereka membawa sebungkus kertas.

"Apa ini?" tanyaku.
"Hiding Quest, kak." jawab Faiz

Amarahku reda. Ternyata mereka sudah mencarikan hiding quest yang akan kucari bersama anggota kelompok kerjaku yang lain. Cukup lega. Akhirnya kami
berbaikan. Berjanji, tidak akan ada pertengkaran lagi setelah ini.

Setelah membersihkan diri, kami diajak melakukan senam pagi yang konyol. Dengan lagu Copy My Style dari Saykoji, Kak Acun konyol sekali xD Kami pun dipaksa melakukannya!

Seelah beberapa hal yang konyol itu, kami melaksanakan hukuman kami yaitu membereskan taman baca, dan yang lainnya langsung menuju ke mobil pick up yang sudah disediakan panitia. Kami menyusul, untung masih dapat tempat.

Perjalanannya panjaaaang sekali, setengah jam dengan mobil. Entah berapa lama yang akan kami tempuh nanti, karena kami berjalan kaki dalam perjalanan pulang. Lelah? PASTINYA.

Kami sampai dan mulai berjualan. Kami masuk ke pintu dimana yang lain tak memasukinya. TEBAK APA? DAGANGAN KAMI HABIS TERJUAL DALAM WAKTU DUA MENIT.

Kami senang bukan main, ingin rasanya menangis gulung-gulung disana, sangking senangnya. Kami kompak. Kami berhasil. Kami membuktikan bahwa kegagalan kemarin membawa kesuksesan hari ini. Ya Allah, terima kasih :DDD

Setelah kesenangan yang tiada tara itu, kami kembali ke desa. Melewati segelintir tantangan untuk melakukan kebaikan, seperti menolong penambang batu, menolong petani di sawah, memunguti sampah dan mengajak anak kecil bermain. Kelompokku melakukan satu kebaikan lain yaitu mengumpulkan kayu bakar untuk inang. Menyanyi sepanjang jalan sampai kembali ke desa

KAMI GEMBIRA !

Sesampainya di desa, kami dapat ceramah dari Kak Acun. Kalau menurutku, marah-marah dan menyambung-nyambungkan sesuatu yang aslinya nggak nyambung. Haha, tapi dengan diceramahi seperti itu membuat kami sedikit sadar. Lalu kami diutus mandi dan berkumpul di rumah utama di desa itu, rumah pemilik taman baca rakyat dan sekolah disana.

Kami : aku, Rizka dan Lucia mandi bertiga lagi, seru, konyol, binal! Uppss! sepertinya kami mandi berjamaah dengan banyak makhluk, ada bekecot, ada ayam juga! hahaaa what an experience!

Lalu kami berkumpul di rumah pemilik dusun. Rumahnya bagus. Sayang orangnya sedangn tidak ada disana. Kami ingin mengucapkan terima kasih, entah untuk apa. Lalu Kak Acun menyampaikan banyak hal, banyak keluhan dan banyak kebanggaan, AKSEL STETSA HEBAT! adalah kalimat penyemangat dari beliau yang masih kuingat.

Kak Acun menunjukkan cuplikan film yang notabene membuat kami menangis. Jujur ya. Setiap meditasinya selalu membuatku menangis, haha. Kak Acun kali ini menunjukkan film tentang seseorang yang kadang tak bisa menghargai temannya, kami menangis lebih keras.

Kami bertujuh belas, acoustic, akhirnya bermaafan, saling berpelukan, dan melontarkan kata-kata indah yang semakin membuat kami menangis dan tak ingin melepaskan pelukan bersama itu.

"Rek, kita habis ini pisah!"
"Rek, jangan lupa kalau kita nanti pisah!"
"Rek, maaf"
"Rek, aku sayang kalian"
"Rek...."

Masih banyak. Bahkan anak laki-laki yang biasanya tidak bisa menangis, sekarang pun melakukannya. Terlalu banyak tangisan bahagia hari itu. Terlalu banyak alasan kami enggan melepaskan pelukan kami. ACOUSTIC NEVER LASTS.

Acara selesai, terlalu cepat.

Kami berkemas dan berpamitan pada inang masing-masing. Kami sudah sangat merepotkan, apalagi Mak Lik. Kami hanya bisa memberikan bingkisan sembako yang tak senilai dengan apa yang mereka ajarkan pada kami. Kami bangga pernah mengenal mereka. Kami sayang mereka. Kami terlalu tak ingin pergi.

Tapi selalu ada batasan untuk melakukan sesuatu. Selalu ada sesuatu yang lain untuk dikerjakan.

Kami pulang setelah bermain sebentar dengan anak kecil disana. Haha, mereka polos. Semoga selamanya mereka begitu, tidak terpengaruh buruknya jaman sekarang. Semoga.

Truk yang sama mengangkut kami pulang. Hujan menghiasi sore itu. Langit menangis. Tetapi suasana tak boleh berubah! Tak ada kata capek dan tak ada kaa murung. Ayo tersenyum!

Kami semua sekali lagi melanturkan lagu-lagu, lagu persahabatan kali ini. Yaaah, meskipun ujungnya tetap dangdut ria ! :D i do love this moment

Kami selamat sampai di bumi stetsa tercinta, masih hujan, bahkan semakin deras. Tak apalah, semua kesenangan sudah kami dapatkan.

Terima kasih BANTUR!
Terima kasih MAK LIK!
Terima kasih KAK ACUN!
Terima kasih panitia tour bantur!
Terima kasih semua warga desa Bantur!

a c o u s t i c.jpg
this is us!.jpg

we are acoustic.jpg

i want nobody but you.jpg

this is us, man!.jpg

senyum mereka warnai dunia.jpg




"a c o u s t i c n e v e r e n d s"

...tys...