Minggu, 27 Juni 2010

bisa dibilang curcol, bisa enggak

aku lemah? ya
aku payah? ya
aku dungu? ya
terlebih lagi aku oon? ya

Kata-kata itulah yang sering dilontarkan orang-yang-pernah-dekat-dengan-aku. Kata-kata yang simpel tapi mengandung makna. Sebenarnya bukan kata-kata biasa, tapi ejekan-ejekan atau sindiran-sindiran yang belum-terlalu-kejam untuk dilontarkan.

Dan sekarang, terjadi lagi pada saya. Ada lagi yang mengatakan kata-kata yang oh sangat familiar sekali buat saya. Bukan orang biasa, tapi juga bukan orang istimewa. Panggil saya di mengong.

Si mengong ini menyebalkan, tapi baik. Baik gimana? ya baik aja gitu. Ga bisa dijelasin pake kata-kata yang nantinya berujung "nggombal deh". Oke, kemarin dia melontarkan kata-kata itu. Seenaknya saja dan sumpah, itu membuat saya kecewa tetapi sekaligus menyadarkan saya kalau saya ya emang gitu -__-

"kamu o'on, berapa orang coba yang kena korban ke-o'on-anmu hah? habis aku siapa lagi?" katanya, dengan sedikit saya improve, dan menghilangkan bagian tidak penting ala kadarnya *cih.

IYA, memang saya O O EN. dan kenapa kalau begitu? itu mengganggu anda kah? memang banyak, bahkan saya lupa berapa jumlahnya korban-korban tak bersalah karena saya o'on. Oke, saya tidak peka perasaan orang lain. Karena apa? saya memang tidak mau masuk terlalu dalam pada apa yang seharusnya bukan tempat saya, dengan kata lain masuk ke dalam hidup orang lain, dan dengan kata lain pula (halah) mencampuri urusan orang lain. Itu prinsip, jangan sampai.

Tapi, lagi-lagi dengan bodohnya saya masuk dan tebak apa? Ya, saya sulit untuk keluar. Sulit untuk mengatakan tidak pada apa yang harusnya saya tolak, dan sulit mengatakan iya saat harusnya saya menerima. Itu nasib atau takdir atau kesempatan dalam hidup saya tak peduli. LHO ini malah jadi ngomong apa dan nggak masuk di topik saya -__-

Kembali lagi, saya, si oon ini sudah membuat orang, yang istimewa bukan, biasa juga bukan, yaitu si mengong itu menangis bombay. Oke, saya salah. Terus? :( saya bingung harus apa, tak ada yang bisa dibuat pegangan.

Malam itu, saya diberitahu rahasia oleh si mengong, nah dan rahasia itu hampir saja membuat saya menangis, tapi oh saya tidak. Buat apa coba nangis? useless banget (gaya ngomongnya)

Dan kau tahu? tiba-tiba saya teringat seseorang yang sama sekali nggak ada sangkut pautnya sama si mengong ini, yaitu dia, satu-satunya orang yang sudah bikin saya nangis bombay useless itu, dia, panggil saja si fugu :3 lucu kan namanya nyuuu

entah kenapa, teringat. Dan teringat adalah hal paling menyebalkan kedua yang saya benci, sigh... Saya teringat betapa baiknya dan betapa jarangnya dia membuat saya menangis dan juga betapa dia selalu ada buat saya bahkan untuk menghapuskan "tears" itu saat saya menangis.

:(( saya jadi pengen nangis nih, huaaaa

Ini bukan curcol, ini cuman ungkapan hati bloggers oon ini haha.

halah nggak penting deh apa isi post ini, baca lagi juga males banget (lho?). Intinya saya cuman mau bilang, kata-kata yang menyebalkan di atas itu bikin saya inget sama fugu :3

(sepertinya rada ga nyambung emang dari atas sampe bawah, aaaaah! gak masalah, ga peduli nyambung ato engga, yg penting saya udah plong)


kesimpulanna
saya kangen si fugu :3
dan teringat hal-hal menyenangkan itu sangan menyenangkan (halah)
kata-kata yang tadinya buruk dan biasa, jika orang yang berarti yang mengatakannya pasti akan terasa lain


-tys-
sorry for spamming, agak ga jelas nih haha #LAGIGALAU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar