Rabu, 10 November 2010

Bantur! I'm in Love :)

BANTUUUR ! :D

Ini kisah lama. Ini kisah kami, bersembilan belas. Tujuh belas ACOUSTIC, dua puluh dua AXCELLENT. owkay! let's begin :D

Sebenarnya ada sedikit ketidak-puasan dari kami. Karena biasanya acara refreshing kelas akselerasi dipakai untuk berwisata, outbond, bukannya pelatihan karakter di desa terpencil. Kami membayangkan betapa bosannya disana nanti. Sampai sampai kami diprotes osis, tapi kami ganti protes balik dong. Siapa juga yang mau diatur. Ini acara kami, kami rajanya. Tapi gagasan disana membosankan itu salah, amat salah ...

Sabtu, 7 November 2010. Kami berkumpul di ruang Ekonomi. Membungkus macam-macam sembako untuk diberikan pada inang alias pemilik rumah di desa yang akan kami tinggali untuk dua hari ke depan. Sayang ya, cuman dua hari.

Setelah selesai membungkus, kami semua nganggur. Pelajaran Bahasa Indonesia terlewat begitu saja. Biasa, gurunya kan nggak pernah niat ngajar kalau hari sabtu gini. Akhirnya kami hanya berkaraoke ria. Nggak mau kalah dengan kelas sebelah, dua belas sos dua, yang juga sedang karaokean. Haha! Seperti biasa, ujng-ujungnya dangdut! :D

Bel pulang berbunyi, saatnya try out. Kami bergegas keluar kelas. Niatnya langsung ke gazeebo, bolos try out. Tapi kami urungkan. Akhirnya kami menuju kelas try out. Salah satu pengurus osis datang dan memberitahukan kalau kelas aksel hari itu tidak perlu mengikuti try out. Wah senang sekali! :D

Capcus ke gazeebo, bersenda gurai disana sampai truk pengangkut kami datang. Ya, kami kesana naik truk. Bukan masalah. Tapi bagi beberapa dari kami, tetap masalah. Biasanya naik apv sih. Sekali-kali deh ya.

Setelah tengah hari, truk datang. Kami mengangkut barang-barang kami. Kalau tidak salah, hari itu adalah hari penerimaan rapor. Kami kebanyakan tidak menghiraukan isi rapor itu. Sekarang saatnya bersenang-senaaang! Kami pun melanjutkan pengangkutan barang :D

Beberapa saat akhirnya adek kelas sepuluh aksel datang. Betapa menyebalkannya, mereka datang dengan baju bagus, tampang bersih, nggak kayak kakak kelasnya yang udah 'kulu-kulu' belum mandi. yah, tak apalah. Mereka bisa jadi pengharum di truk nanti. Tapi tak tahu lagi, kalau kala bau kita lebih mendominasi hayaaahahha :D

Kami berangkat! Truk berpenumpang sekitar empat puluh orang itu digoyang musik dangdut yang kami nyanyikan bersama. Yak! Kebiasaan sih, awalnya pop-pop mellow, ujungnya dangdut! Dangdut memang nggak pernah mati di ACOUSTIC! :D

Setelah suara kami menjadi serak nggak karuan, kami berhenti. Tetap menikmati perjalanan, walau dengan volume yang terlalu dikecilkan. Akhirnya, kami sampai. Bantur, di mata kami nggak sejelek yang kami bayangkan. Ternyata desa di Bantur ini nggak terlalu primitif kok, alias sudah modern. Terbukti adanya listrik sampai sinyal 3 yang nggak kedip-kedip. *halah

Pertama-tama kami dikumpulkan di taman baca rakyat desa itu. Kak Acun, entah pembina atau apalah, memberitahu kami seputar desa itu. Dengan raut kurang menyenangkan, ceritanya berubah horror. Tapi aku cukup terhibur, ada segelintir anak kecil lucu disana :D

"Desa ini dulunya tentram, jangan buat kedatangan kalian kemari jadi merubahnya"

Lumayan mengancam, apa maksudnya? Haha, hanya tawa ala orang kebingungan yang mengisi pikiranku.

Selanjutnya kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok tidur dan ada kelompok kerja. Kelompok tidurku yaitu: Aku, Rizka dan Lucia, dari kelas sebelas aksel dan Chuppa dan Irsya dari kelas sepuluh aksel. Lalu kelompok kerjaku yaitu: Aku, Afifah dan Selvina dari kelas sebelas aksel dan Rio dan Faiz dari kelas sepuluh aksel. Cukup menyenangkan.

Kami diarahkan ke rumah inang kami masing-masing. Rumah yang kelompok tidurku tempati adalah rumah Mak Lik. Begitu beliau minta dipanggil. Mak Lik tinggal bersama suaminya dan seorang putranya. Sudah besar dan putus sekolah. Mak Lik bercerita sedikit pada kami. Kami merasa lumayan dekat dengannya. Tapi satu hal yang kutahu tentang beliau, beliau sangat sederhana.

Lalu kami mandi bergantian. Saya, Rizka dan Lucia mandi bersama dengan binalnya, haha momen yang tak terlupakan. Hal pertama yang menyebalkan adalah, ada bekecot disana, grrrr serasa ingin teriak saat melihatnya. I'm snails hater! X(

Setelah itu kami kembali dikumpulkan di taman baca rakyat. Kami diberitahu apa saja yang akan kami lakukan. Penjelajahan malam, memasak untuk jualan, berjualan di pasar Bantur dan membantu warga. Sebanyak banyaknya kami harus melakukan kebaikan. Ehem, cukup berat. Pikiranku langsung menjurus ke Penjelajahan Malam. Aku merinding.

Kegiatan utama malam itu adalah games, menerjemahkan sesuatu. Afifah, mewakili kelompok kerjaku, memberikan isyarat dan kami bisa menebak. Yah, kami cukup kompak kurasa. Selanjutnya kami mencari kerikil untuk membentuk kata-kata penyemangat. Kami juga disuruh mencari orang yang bersembunyi, untuk mendapatkan tempat memasak di dapur istimewa. wah! Sayang kelompokku tak menemukan orang itu.

Kegiatan berlanjut pada penjelajahan malam. Pukul sembilan sudah. Suasana berubah entah kenapa. Inilah yang tak kusukai dari desa, mengerikan di malam hari. Akhirnya kami dilarang membawa apa-apa keculai plastik kecil yang diisi air lalu digantungkan ke leher kami, berfungsi sebagai nyawa kami, yang jika jatuh atau bocor, kelompok kerja terpaksa diberikan hukuman. Kami juga disuruh untuk menutup mata kami. Semakin mengerikan.

Kami berbaris, per kelompok kerja. Kami diminta mengikuti suara Kak Acun sampai ketemu. Setelah beberapa lama, setelah kami melewati banyak benda, entah apa, kami sampai. Alhamdulillah, kelompok kerjaku menjadi kelompok pertama yang meraih suara Kak Acun itu. Kami hanya tinggal menunggu kelompok lainnya datang.

Setelah semua datang, penutup mata kami dilepas. Kak Acun bercerita kalau adi kami melewati banyak tempat mistis, seperti halnya keranda dan tempat pemandian mayat. Kami merinding. Benarkah kami melewati itu semua? WAH! Kami takut sekarang.

Ketakutan kami bertambah setelah Kak Acun menyuruh kami mencari orang dengan pakaian hitam yang bersembunyi di sekitar tempat yang kami lewati tadi. Tanpa senter. Tanpa petunjuk apa pun. Benar benar pencarian buta. Terlebih lagi, kami harus melewati tempat mistis itu lagi, dan kali ini, dengan mata terbuka.

Benar-benar tantangan, tapi kami berangkat mencari! Melewati macam-macam, menghilangkan pikiran aneh dan terus mencari. Banyak kejadian menggelikan dan menyebalkan, misalnya : Kami berbicara pada daun yang kami kira orang, haha pantas saja tak ada sautan. Beberapa kelompok telah menemukan orang berbaju hitam, dan masing-masing dari mereka membawa bahan makanan yang harus dimasak esok harinya.

Pertengkaran dalam kelompokku dimulai. Berawal dari tinggal dua kelompok yang belum mendapatkan bahan. Lalu salah satu dari kami terluka. Kami pun uring-uringan sangking frustasinya. Frustasi karena tidak semua dari kami berlima mampu melanjutkan pencarian, karena waktu yang tinggal beberapa menit, karena kami gagal mendapatkan bahan makanan, dan yang terakhir karena kami saling menyalahkan satu sama lain, benar benar frustasi.

Akhirnya semua kelompok mendapatkan bahan, ya, kecuali kami. Kami pun dapat hukuman, harus melakukan satu kebaikan. Bahan makanan kami ternyata hanya dua bungkus mutiara dan sebungkus santan. MENYEBALKAN, kami harus mencari dan bertengkar hanya karena barang ini? Ehem, tapi kami sadar, ada sesuatu maksud dibalik pencarian ini. Pertengkaran dalam kelompok, sekecil apa pun akan membuat kalian semakin tercerai berai, dan jika kalian telah tercerai, tujuan kalian akan terasa semakin jauh. Sekian.

Kami pun akhirnya diperbolehkan kembali ke rumah inang dan tidur. Akibat lelah, malam itu terasa cepat berlalu.

Esok harinya, kelompok kerjaku meminjam dapur Mak Lik untuk membuat masakan, bubur mutiara. Bangun jam tiga pagi demi bubur mutiara ini. Kami yang perempuan memasak dan yang laki-laki entah dimana. Amarah timbul lagi, tapi aku menyerah. Daripada marah yang tak berarti, kami meneruskan bekerja tanpa mereka. Akhirnya Bubur Mutiara kami jadi. Tiga belas bungkus. Dibungkus dengan pita unik yang membuatnya cantik.

Menjelang matahari menampakkan diri, dua orang anggota laki-laki kelompokku datang. Mereka membawa sebungkus kertas.

"Apa ini?" tanyaku.
"Hiding Quest, kak." jawab Faiz

Amarahku reda. Ternyata mereka sudah mencarikan hiding quest yang akan kucari bersama anggota kelompok kerjaku yang lain. Cukup lega. Akhirnya kami
berbaikan. Berjanji, tidak akan ada pertengkaran lagi setelah ini.

Setelah membersihkan diri, kami diajak melakukan senam pagi yang konyol. Dengan lagu Copy My Style dari Saykoji, Kak Acun konyol sekali xD Kami pun dipaksa melakukannya!

Seelah beberapa hal yang konyol itu, kami melaksanakan hukuman kami yaitu membereskan taman baca, dan yang lainnya langsung menuju ke mobil pick up yang sudah disediakan panitia. Kami menyusul, untung masih dapat tempat.

Perjalanannya panjaaaang sekali, setengah jam dengan mobil. Entah berapa lama yang akan kami tempuh nanti, karena kami berjalan kaki dalam perjalanan pulang. Lelah? PASTINYA.

Kami sampai dan mulai berjualan. Kami masuk ke pintu dimana yang lain tak memasukinya. TEBAK APA? DAGANGAN KAMI HABIS TERJUAL DALAM WAKTU DUA MENIT.

Kami senang bukan main, ingin rasanya menangis gulung-gulung disana, sangking senangnya. Kami kompak. Kami berhasil. Kami membuktikan bahwa kegagalan kemarin membawa kesuksesan hari ini. Ya Allah, terima kasih :DDD

Setelah kesenangan yang tiada tara itu, kami kembali ke desa. Melewati segelintir tantangan untuk melakukan kebaikan, seperti menolong penambang batu, menolong petani di sawah, memunguti sampah dan mengajak anak kecil bermain. Kelompokku melakukan satu kebaikan lain yaitu mengumpulkan kayu bakar untuk inang. Menyanyi sepanjang jalan sampai kembali ke desa

KAMI GEMBIRA !

Sesampainya di desa, kami dapat ceramah dari Kak Acun. Kalau menurutku, marah-marah dan menyambung-nyambungkan sesuatu yang aslinya nggak nyambung. Haha, tapi dengan diceramahi seperti itu membuat kami sedikit sadar. Lalu kami diutus mandi dan berkumpul di rumah utama di desa itu, rumah pemilik taman baca rakyat dan sekolah disana.

Kami : aku, Rizka dan Lucia mandi bertiga lagi, seru, konyol, binal! Uppss! sepertinya kami mandi berjamaah dengan banyak makhluk, ada bekecot, ada ayam juga! hahaaa what an experience!

Lalu kami berkumpul di rumah pemilik dusun. Rumahnya bagus. Sayang orangnya sedangn tidak ada disana. Kami ingin mengucapkan terima kasih, entah untuk apa. Lalu Kak Acun menyampaikan banyak hal, banyak keluhan dan banyak kebanggaan, AKSEL STETSA HEBAT! adalah kalimat penyemangat dari beliau yang masih kuingat.

Kak Acun menunjukkan cuplikan film yang notabene membuat kami menangis. Jujur ya. Setiap meditasinya selalu membuatku menangis, haha. Kak Acun kali ini menunjukkan film tentang seseorang yang kadang tak bisa menghargai temannya, kami menangis lebih keras.

Kami bertujuh belas, acoustic, akhirnya bermaafan, saling berpelukan, dan melontarkan kata-kata indah yang semakin membuat kami menangis dan tak ingin melepaskan pelukan bersama itu.

"Rek, kita habis ini pisah!"
"Rek, jangan lupa kalau kita nanti pisah!"
"Rek, maaf"
"Rek, aku sayang kalian"
"Rek...."

Masih banyak. Bahkan anak laki-laki yang biasanya tidak bisa menangis, sekarang pun melakukannya. Terlalu banyak tangisan bahagia hari itu. Terlalu banyak alasan kami enggan melepaskan pelukan kami. ACOUSTIC NEVER LASTS.

Acara selesai, terlalu cepat.

Kami berkemas dan berpamitan pada inang masing-masing. Kami sudah sangat merepotkan, apalagi Mak Lik. Kami hanya bisa memberikan bingkisan sembako yang tak senilai dengan apa yang mereka ajarkan pada kami. Kami bangga pernah mengenal mereka. Kami sayang mereka. Kami terlalu tak ingin pergi.

Tapi selalu ada batasan untuk melakukan sesuatu. Selalu ada sesuatu yang lain untuk dikerjakan.

Kami pulang setelah bermain sebentar dengan anak kecil disana. Haha, mereka polos. Semoga selamanya mereka begitu, tidak terpengaruh buruknya jaman sekarang. Semoga.

Truk yang sama mengangkut kami pulang. Hujan menghiasi sore itu. Langit menangis. Tetapi suasana tak boleh berubah! Tak ada kata capek dan tak ada kaa murung. Ayo tersenyum!

Kami semua sekali lagi melanturkan lagu-lagu, lagu persahabatan kali ini. Yaaah, meskipun ujungnya tetap dangdut ria ! :D i do love this moment

Kami selamat sampai di bumi stetsa tercinta, masih hujan, bahkan semakin deras. Tak apalah, semua kesenangan sudah kami dapatkan.

Terima kasih BANTUR!
Terima kasih MAK LIK!
Terima kasih KAK ACUN!
Terima kasih panitia tour bantur!
Terima kasih semua warga desa Bantur!

a c o u s t i c.jpg
this is us!.jpg

we are acoustic.jpg

i want nobody but you.jpg

this is us, man!.jpg

senyum mereka warnai dunia.jpg




"a c o u s t i c n e v e r e n d s"

...tys...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar