Senin, 01 November 2010

Hari ke-Tiga Ratus Tiga Puluh Empat


... 30 Oktober 2010 ...

i'm shocked

Malam itu, tepat sebelas bulan dari hari paling menyebalkan yang pernah kutahui. Hari dimana tak ada detik yang tak terisi oleh isak tangis bodohku. Isak tangis yang beberapa bulan kemudian kusesali keberadaannya. Isak tangis yang pasti akan keluar jika siapa saja menyebutkan nama "RAR" saat itu. Isak tangis yang telah bisa kuhentikan. Isak tangis yang terulang kembali malam itu.

Bodoh, aku selalu menghitung hari dari hari itu saat hendak beranjak tidur. Berharap esoknya akan kembali ke hari itu. Bodoh, aku selalu berharap akan sesuatu yang tak mungkin bisa kembali, waktu.

Tapi malam itu, malam ke tiga ratus tiga puluh empat, harapan itu terkabul. Sesuatu itu kembali, walau bukan seutuhnya kembali. Ada semacam kesempatan kedua untuk mengulang sesuatu yang terhenti di jalan. Ada semacam rasa puas, karena setelah sekian lama, hal itu akhirnya datang juga.

Dia, yang enggan kusebut namanya, kembali. Kembali membawa sesercah harapan, entah nyata atau mungkin hanya harapan palsu belaka. Dia yang selama ini berada di balik isak tangis bodoh selama sebelas bulan itu.

"ayo balikan" ...

Kata-kata itu unexplainable. Kata-kata itu tampak membuatku tersenyum sejenak dan terisak sepanjang malam. Apa maksudnya?

Padahal setelah sekian lama berusaha, aku hampir bisa melupakan Dia.
Padahal setelah sekian lama berusaha, aku hampir bisa mengalihkan pikiranku ke orang lain.

Hanya balasan "aku bingung" yang bisa kukirimkan. Aku memang benar-benar bingung. Entah harus senang atau sedih. Sangking bingungnya, isak itu sampai keluar. Rasanya malam itu menjadi malam yang tragis entah kenapa.

Harusnya aku seneng kan?
Harusnya aku bilang iya kan?
Tapi kenapa?
Kenapa rasanya seperti baru saja kehilangan sesuatu "lagi"?
Kenapa ada sedikit rasa takut?
Kenapa?

Aku berpikir, mencari-cari alasan kenapa aku merasa seperti itu. Tapi berkali pun, alasan itu tak kutemukan. Alasan itu serasa semakin jauh.

Aku bergegas membuka laci lemariku, mengambil kotak biru muda kecil yang usang, membukanya dan mengeluarkan isinya. Sebuah boneka beruang kecil tersayangku, fishii. Di dalam kotak itu juga ada selembar foto yang sudah kusobek-sobek. Aku menatanya kembali, mencoba segala cara agar gambar itu jadi penuh. Dan akhirnya kudapati gambar itu penuh. Foto Dia yang kucoreti dengan spidol. Bertuliskan "I hate you, but I lied."

Aku terisak lagi.

BODOH, hanya itu yang bisa kumakikan pada diriku sendiri.

satu sisi dari diriku berkata : BENAR BENAR BODOH. TINGGAL BILANG IYA APA SIH SUSAHNYA? SUSAH? TERUS BUAT APA SELAMA INI KAMU NUNGGU? BUAT AKHIRNYA KAMU NOLAK? KAMU UDAH CAPEK! INI SEMUA HASILNYA!

tapi, sisi lain berkata : INGAT! DIA PERNAH MEMBUATMU SEPERTI ITU, SEBELAS BULAN BUKAN WAKTU YANG SEBENTAR! KEMANA DIA SELAMA ITU? KEMANA DIA WAKTU KAMU NANGIS? SEKARANG SUDAH ADA ORANG LAIN YANG MUNGKIN BAKAL LEBIH BAIK DARI DIA!

:"( Isak .... pergilah ...


...tys...

2 komentar:

  1. RAR eh ? dia bukansi? #soktau

    lek menurutku masio kamu wes di gantung sebelas bulan dan km masih nyimpen pemberiannya berarti gak semudah itulah ngelupain. sek sayang lak an. tapii yoo lek aku jadi km, ditawari buat kembali.. wah.. ya pingin juga..
    uwees jangan galau lagii yaa .

    BalasHapus
  2. :(( sampe saiki aku sek galaaaaau

    BalasHapus