Sabtu, 18 Desember 2010

Bukan Gombalan, kan?

Hahahahahaha

Malam minggu kelam, pertengkaran pertama terjadi. Aku disini, sumpek. Dia disana, nyumpeki (maaf).

Entah malam itu seperti dipojokkan. Entah malam itu seperti aku serba salah. Apapun yang kulakukan hanya akan memperparah keadaan. Dengan alasan konyol, masalah dimulai. Padahal aku hanya ingin membuatnya nyaman dan merasa senang disana, tanpa harus terbebani pikiran tentangku. Tanpa harus memikirkanku. Dan jujur, malam itu, aku juga tak ingin memikirkan apapun, termasuk kamu. Itu waktu untuk "bebas"!

Laki-laki, makhluk aneh menyebalkan. Kadang marah, 'kurang' diperhatikan. Kadang bosan 'terlalu' diperhatikan. Membingungkan. Benarkan?

Pertengkaran nggak penting malam itu berujung pada ... Sajak ini. Mungkin asli buatanya. Hahaaa.

Matahari, tahukah kau?
Ia punya senyum sehangat senyumanmu
Embun, sadarkah kau?
Ia punya mata sejernih matamu
Melati tahukah kau?
Ia punya hati seputih hatimu
Sinar wajahnya menyadarkanku,
betapa aku benar tak ingin melupakannya
Bahkan jika ku telah tiada di hatinya.
-wisun-

Aku hanya bisa tertawa.
...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar