Rabu, 01 Juni 2011

Bismillah, God's Turn Now.

Halo Bloggers.

Post ini akan menceritakan bagaimana aku menjalani SNMPTN Tulis 2011 kemarin. Ya, beribu bahkan berjuta orang mengikutinya. Lulusan tahun 2009, 2010, dan 2011 diberi kesempatan mengikuti SNMPTN Tulis 2011 ini. Hal itu menyebabkan saingan semakin bertambah. Hanya bisa terus berdoa, semoga pagu jurusan yang kuinginkan bertambah, dan passing grade serta peminat tahun ini berkurang. Haha, hanya bisa berharap.

31 Mei 2011. Tes Potensi Akademik dan Tes Kemampuan Dasar.

Pagi-pagi udah datang ke MAN3 Malang, tempat ujianku berlangsung. Langsung mencari segerombolan mbak mas Stetsa, yang notabene, aku nggak kenal siapa. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya bel berbunyi. Semua peserta masuk kelas. Sebelah kanan, kiri, depan, belakang, semua kelahiran '93. Tahu darimana? Fotonya berbackground merah. Oke. Mental diturunkan secara tidak sengaja.

Setelah diberi LJK, aku dengan kecepatan maksimum membulatkan bundaran bundaran di LJK itu, mengisi identitas. Tapi, secepat apapun aku mengisinya, tetap aku yang terakhir menyelesaikan pengisian identitas itu. Namaku pas 20 karakter. Hiks, tangan sudah dibuat capek karena itu. Tapi aku bersyukur, namaku mengisi semua bundaran, jadi terlihat tidak ada yang 'terlewat'.

Bel berbunyi lagi, aku mulai mengerjakan soal TPA. Soal TPA ini menyerupai soal ujian masuk kelas Akselerasi. Hanya saja, sedikit lebih banyak dan tidak ada soal gambar-gambar. Sial, karena aku menyukai soal logika gambar. Baik, mengerjakan dengan santai. Soal tahun ini lebih banyak 20 soal dari tahun lalu, yaitu sekitar 75 soal dengan waktu pengerjaan tetap 60 menit.

Bel berbunyi, dan tebak apa? Aku baru selesai membulatkan jawabanku di nomer belasan. Tangan rasanya kaku, mati rasa. Ingin hati rasanya meneruskan saja, masabodoh dengan bel, toh aku sudah menjawab, hanya tinggal membulatkan saja. HANYA. Tapi, tanganku serasa berhenti menuruti pikiranku, tiba-tiba rasa deg-degan merambat. "Gimana kalo nggak selesai? Gimana kalo nggak keterima PTN? Ya Allah."

Ada suara dari speaker, yang ternyata membuatku tenang. "Waktu. Kurang. Sepuluh. Menit." Bayangkan? Betapa senangnya aku waktu itu. Allah membantuku! Kuteruskan menghitamkan jawabanku, walau akhirnya sangat tidak rapi. Ah, yang penting aku udah lumayan lega.

Hmm, setelah itu istirahat. Lalu, tes kemampuan dasar dimulai. Kuputuskan untuk mengerjakan Bahasa Inggris dulu, karena jika kukerjakan di akhir, pikiran ini tak akan mungkin bisa konsen. Tapi, ternyata sepanjang membaca teks Bahasa Inggris yang panjang itu, aku mual. Pengen ngerjain mat dulu, dan terus kepikiran aku akan masuk PTN mana. Hmm.

Akhirnya frustasi, nggak tahu harus ngerjain mana dulu. Lembar soal kubalik ke awal. Matematika. Kesukaanku sejak SD. AKU BISA TYASHA BISA! Akhirnya kukerjakan soal Mat, lalu Bahasa Indonesia kemudian Bahasa Inggris. Cukup lancar, Alhamdulillah Ya Allah. Kau lagi-lagi membantuku. Beberapa soal kosong, tak kusentuh, karena beneran ragu waktu itu. Daripada poin dikurangi karena salah, kukosongkan beberapa soal.

1 Juni 2011. Tes Kemampuan IPA.

Ya, karena aku ngambil IPA, dan bukannya IPC, aku hanya harus mengerjakan kemampuan IPA saja. Syukurlah. Waktu pengerjaan 90 menit kali ini. Aku bener-bener "lega", entah kenapa. Kumulai mengerjakan soal dengan Mat di awal. Aku nggak mau ngulang kesalahan kemarin. Kukerjakan urut dan tanpa ragu. Aku harus yakin, ya, hanya itu yang aku punya, hanya persiapan itu, dibantu usaha belajar dan doa dari orang tua. AKU BISA!

Hari itu cukup singkat, kukerjakan 3/4 soal, dan aku nggak yakin, karena entah kenapa Fisika lebih gampang daripada Matematika. Biasanya sih kebalikannya. Hmm. Sekarang waktunya pasrah. Waktunya nyerahin semua ke Allah. Giliranku sudah selesai, tinggal berdoa dan tak melakukan hal buruk. :)

Ya Allah, kalau ini benar jalan terbaikku, loloskanlah aku kali ini. Aku pengen bikin bapak sama mama bangga. Bismillah!

Sekarang tinggal menunggu pengumuman, kira-kira sebulan lagi. Goodluck and Keep Praying! :))

(tampang mau berangkat tes, mata mbendul sebelah)

...TYS...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar