Rabu, 31 Agustus 2011

Lebaran


Hello bloggers!

Akhirnya setelah 30 hari berpuasa Ramadhan, dan setelah hilal sudah diputuskan terlihat, hari ini 31 Agustus 2011, aku dan keluarga merayakan Hari Raya Idul Fitri 1432 H. Alhamdulillah kami berlima, masih diberi kesempatan merayakan hari kemenangan tahun ini.

Hari ini, sayangnya, aku tidak bisa mengikuti Shalat Ied bersama yang lain, jadi aku tinggal di rumah bersama nenek dan Aris. Sesuatu banget bisa puasa 30 hari penuh tapi nggak bisa ikut Shalat Ied tahun ini. Lumayan nyesek sebenernya. Jadi pagi ini, saat yang lain bertakbir bersama sampai shalat berjamaah, aku hanya duduk di rumah menonton TV. Hmmm.

Tak lama, semua orang pun pulang, banyak tetangga juga yang datang ke rumah, mengingat nenekku adalah salah satu orang tertua alias sesepuh di desa itu. Kami bersalam-salaman satu sama lain. Orang pertama yang kusalami tentu nenek, dengan mendengarkan kata-kata doanya yang berbahasa Sunda, aku hanya menganggu-angguk mengisyaratkan iya, tanpa mengerti maksudnya. Hmm.

Setelah itu aku sungkem ke bapak, minta maaf kalau tahun ini belum bisa membanggakannya, belum bisa menurutinya masuk ke Kedokteran, belum bisa sekalipun membuatnya tersenyum melihat apa yang kulakukan tahun ini. Lalu, ke mama, minta maaf atas setiap tolakan dan tundaan yang kuberikan atas semua perintahnya, minta maaf kalau selama ini pernah menyakiti hati mama tanpa sengaja, minta maaf juga untuk belum bisa membanggakan tahun ini. Lalu, ke adekku yang sekarang hampir menjelma jadi kakakku, Panji, minta maaf atas segala kejahilan dan ketidaksengajaan menyakiti hatinya. Lalu ke adekku yang terakhir, Aris, minta maaf karena sering kali kasar dan jahil. Satu yang terakhir di keluarga ini, minta maaf ke Kakakku, yang udah nggak bisa kujabat lagi tangannya, yang entah mendengarkan kata-kata maafku ini atau tidak, minta maaf karena sering kali melupakan keberadaannya.

Lalu, kami bersalaman ke seluruh orang yang hadir disana, dan kami mengunjungi tetangga-tetangga lain yang belum mengunjungi rumah. Suasana lebaran di desa itu memang beda dengan di kota, disini lebih wah dan mengharukan. Lalu kami makan ketupat dan opor ayam, sambil bercanda ria menonton tv bersama. Ini benar-benar suasana keluarga yang udah lama kuinginkan.


Setelah itu, kami ke makam kakek, suasana di makam pun ramai sekali. Tak heran lah, tradisi di sini adalah mengunjungi makam sanak saudara saat hari H.



Di depan makam ada orang yang jualan makanan khas Bandung favoritku, ini diaaa!



Setelah itu, kami kembali ke rumah. Menunggu saudara dari Cimahi dan ci-ci lainnya untuk datang ke rumah, rumah semakin ramai setelah mereka datang! Yipeeee! Ohya, aku punya cerita unik tentang plat nomer D6315XT! Hehee :)


Suasana lebaran hari itu masih sangat kental. Hmmm indahnya :)

"Ini cerita lebaranku, mana ceritamu?"

Ohya, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin, selamat Hari Raya Id-Fitri 1432 H! We're the winners! :)

...tys...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar